100+ Tempat Wisata di Surabaya Paling Terbaik dan Terbaru yang Wajib Dikunjungi
//GOOGLE
Bagikan ke traveler lainnya atau simpan artikel ini di sosial media kamu!

KelilingKota.com – Kota Surabaya selain dikenal sebagai kota Pahlawan, juga dikenal sebagai kota seribu taman. Tidak heran, karena banyak wisata di Surabaya yang bertema monumen dan museum untuk mengenang jasa para pahlawan yang berjuang khususnya di pertempuran 10 November 1945. Sejak era pemerintahan ibu Risma Trimaharani, mulai banyak tempat rekreasi di Surabaya berupa taman-taman terbaru yang bermunculan. Ini menambah indahnya kota Surabaya dan tentu menjadikan Surabaya lebih sejuk daripada sebelumnya.

Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, menjadi salah satu tujuan wisata terbaik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Tempat wisata yang sempurna untuk menambah rasa nasionalisme anak-anak dengan mendidik mereka melalui bangunan-bangunan bersejarah di Surabaya.

Khusus bagi kalian yang rindu dengan kota Surabaya, tim KelilingKota.com merangkum lebih dari 100+ wisata di Surabaya agar bisa menjadi panduan kalian rekreasi di kota Pahlawan. Simak selengkapnya.

 

1. Tugu Pahlawan – Monumen Pengingat Sejarah Perjuangan Arek-arek Suroboyo

Sumber : gaptekupdate.info

 

Monumen Tugu Pahlawan berdiri gagah di pusat kota Surabaya, di kanan kiri berjajar bangunan perkantoran yang megah. Bangunan utama yang menjadi pusat peringatan Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November ini memiliki tinggi kurang lebih 41,15 meter dengan diameter bawah 3,1 meter. Berada di lahan seluas 1,3 hektar yang secara administratif merupakan kecamatan Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan.

Di area komplek Tugu Pahlawan tidak hanya ada sebuah tugu saja, tapi ada beberapa patung-patung replika para pejuang bangsa terutama bapak Proklamator kita Ir. H Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta. Di dinding-dinding area ini juga terdapat ukiran yang sekilas menggambarkan bagaimana perjuangan arek-arek Surabaya dahulu dalam mengusir penjajah. Di balik patung bapak Proklamator juga ada tiang-tiang yang di desain berantakan seperti porak-poranda terkena bom untuk melukiskan keadaan bangunan pada saat itu.

Sumber : tribunews.wordpress.com

 

Di bagian tengah lapangan, biasanya dimanfaatkan untuk berfoto-foto sebagai tanda kenangan sudah berkunjung ke Tugu Pahlawan oleh para pengunjung. Salah satu sudut area ini memamerkan mobil yang digunakan oleh Bung Tomo pada zaman perjuangan dulu. Masih bagus dan terawat rapi.

Sumber : lihat.co.id

 

Belum selesai sampai disini, masih ada satu ruangan yang menyimpan berbagai macam benda hasil peninggalan sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo. Museum 10 November, bagi kalian yang punya jiwa nasionalis tinggi pasti akan merinding masuk ke tempat ini. Berbagai macam benda-benda rampasan dari Sekutu, Belanja dan Jepang dipamerkan di museum ini. Ada juga 3 buah ruangan yang salah satunya menayangkan film dokumenter sejarah perjuangan dan juga 2 lainnya adalah diaorama statis berupa patung-patung yang disusun sebagai gambaran suasana Surabaya saat perjuangan dulu.

Belum lagi, suara pidato Bung Tomo yang semakin membuat bulu kuduk berdiri. Bukan karena hantu, tapi karena semangat juang di hati yang semakin berkobar. Meskipun sekarang kita harus melakukan bukan dengan cara berperang.

Sumber : kapanlagi.com

 

Berapa harga tiket masuk ke Tugu Pahlawan dan Museum 10 November? Simak ulasan selengkapnya disini…

 

2. Hutan Mangrove Wonorejo – Destinasi Wisata Alam Favorit Masyarakat Surabaya

Berada di ujung timur kota Surabaya, Hutan Mangrove Wonorejo menjadi sebuah destinasi wisata favorit bagi masyarakat Surabaya. Bagaimana tidak, suasana di hutan pantai ini sangat sulit ditemukan di tengah kota Surabaya yang panas dan padat. Seakan-akan tempat ini menggambarkan suasanya kota Surabaya puluhan tahun yang lalu.

Tidak sulit untuk mencapai wisata Hutan Mangrove Wonorejo, jalan-jalan sudah diaspal dan dipaving dengan baik. Begitu sampai ditujuan, tempat parkir juga lumayan luas. Sehingga bagi kalian yang membawa mobil maupun motor bisa tenang menikmati wisata disini tanpa was-was memikirkan kendaraan.

Sumber : diarysivika.com

 

Buka di akhir pekan dari pukul 08.00 – 16.00 wisata ini akan ramai dipadati pengunjung. Sebenarnya dulu wisata ini buka setiap hari, namun karena disalah gunakan untuk pacaran, maka Pemprov Surabaya memutuskan hanya membuka di akhir pekan. Tiket masuk yang dikenakan kepada pengunjung hanya berkisar Rp 25.000 untuk orang dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak. Itupun sudah termasuk biaya naik perahu berkeliling hutan mangrove.

Wisata perahu Hutan Mangrove Wonorejo

 

Di tempat wisata ini juga ada tempat khusus untuk PKL yang menjual berbagai macam makanan. Lumayan untuk mengisi waktu sambil mengganjal perut, sebelum lanjut naik perahu. Makan disini dulu. Semua makanan harga jujur jadi tidak perlu khawatir.

Sumber : diarysivika.com

 

Bagi kalian yang ingin mendapatkan spot alam untuk berfoto sebelum pernikahan atau pre-wedding. Hutan Mangrove Wonorejo adalah tempat yang tepat. Disini seringkali digunakan pasangan muda-mudi untuk membuat album foto kenangan mereka sebelum menikah. Spot yang sering dipakai adalah di jalan kayu setapak sepanjang hutan.

Sumber : creativefotoku.com

 

Masih ada beberapa hal seru yang bisa kalian lakukan di Wisata Hutan Mangrove Wonorejo. Simak ulasan selengkapnya…

 

3. Pantai Ria Kenjeran Baru / Kenpark – Spot Terbaik Menikmati Sunrise di Surabaya

Spot sunrise di kenpark

 

Seringkali dinamakan Kenjeran II karena memang berada di satu garis pantai. Pantai Ria Kenjeran Baru memiliki banyak wahana berlibur yang patut dicoba. Dengan suasana khas negeri tirai bambu China, Kenpark (singkatan dari Kenjeran Park) menyuguhkan 3 hal utama yang dirangkum tim KelilingKota.com. Pertama menikmati sunrise atau matahari terbit di bawah patung Dewi Kwan Im dan dua naga, kedua menikmati wisata air di pemandian Waterpark Kenjeran, dan ketiga berkeliling area Kenpark untuk melihat replikasi wisata terkenal di dunia.

Kita mulai dari yang pertama. Menikmati Sunrise di Kenpark.

Sebenarnya hal ini sedang hits baru-baru saja ketika iklan Google muncul di televisi dengan background tempat ini. Untuk menikmati indahnya matahari terbit di Kenpark, kalian harus rela datang pagi-pagi sekali agar tidak ketinggalan. Banyak fotografer dari dalam dan luar kota rela datang pagi-pagi demi mengabadikan sunrise di tempat ini. Memang sepertinya patut di coba nih, apalagi di Surabaya banyak kuliner-kuliner malam. Sambil menunggu waktu subuh, kalian bisa berkeliling makan-makan. Setelah itu mampir ke tempat ini.

Spot sunrise menghadap laut

 

Bermain air di Waterpak Kenjeran

Hanya dikenakan biaya sebesar Rp 25.000 untuk akhir pekan dan Rp 20.000 saja saat weekdays, untuk anak-anak dibawah 90cm tidak dikenakan biaya masuk alias GRATIS, wisata air disini terbilang cukup terjangkau. Jika kalian datang saat hari kerja, maka akan sangat nyaman sekali karena tidak terlalu ramai. Kalian bisa berenang berkeliling kolam sepuasnya.

Sumber : mayaanggraeny.com

 

Ada satu hal lagi yang bisa kalian nikmati saat berwisata di Pantai Ria Kenjeran Baru. Simak ulasan selengkapnya…

 

4. Jembatan Nasional Suramadu – Keindahannya Bisa Dinikmati Dari Atas dan Bawah Jembatan

Bukan hanya jembatan biasa, jalan diatas selat madura yang menghubungkan Kota Surabaya (Pulau Jawa) dan Kota Bangkalan (Pulau Madura) ini merupakan jembatan indah terpanjang se-Asia Tenggara. Jembatan Nasional Suramadu akan semakin indah saat matahari mulai tenggelam. Lampu-lampu yang semula padam, perlahan menyala satu persatu. Dari jauh, jembatan ini terlihat seperti lampu hias yang berbentuk jembatan.

Diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2009 silam, jembatan ini memiliki panjang 5.438 meter. Adanya jembatan ini sangat membantu masyarat Surabaya dan Madura khususnya. Karena sebelumnya harus naik kapal ferry dengan waktu tempuh lebih lama. Biaya untuk melintasi Jembatan Suramadu bagi kendaraan besar Rp 30.000, Mobil Rp 15.000 dan untuk motor hanya Rp 3.000 saja.

Sumber : ritacandrasari.blogspot.co.id

 

Tidak hanya bisa dinikmati dari atas jembatan, Suramadu juga akan sangat nampak indah jika dipandang dari arah bawah. Bisakah? Bisa, saat ini ada wisata yang memberikan layanan menyewa perahu untuk berkeliling Selat Madura dan tentunya melihat Suramadu dari arah bawah. Untuk menyewa satu kapal yang muat sampai 20 orang, dikenakan biaya Rp 1.4 juta.

Sumber : pulaumadura.com

 

Indah banget kan, hanya cukup membayar Rp 70.000 per orang dalam satu perahu yang muat 20 orang, pemandangan seperti foto diatas akan bisa kalian nikmati + bonus suasana cantik + angin laut yang semilir menambah betah kalian berada disini. Simak ulasan selengkapnya…

 

5. House of Sampoerna, Museum Keluarga yang Menyimpan Nilai Sejarah

Sebuah museum yang memamerkan sejarah keluarga Liem Seeng Tee dalam mendirikan perusahaan HM. Sampoerna, dikemas dengan sangat cantik dan menjadi salah satu alternatif destinasi wisata di Surabaya. House of Sampoerna berdiri di antara bangunan-bangunan tua bersejarah di kota Surabaya. Jika kalian menuju tempat ini, akan kalian temukan banyak bangunan-bangunan yang kolonial banget dan tentunya patut dilestarikan.

Sumber : triptrus.com

 

Dulu saat zaman penjajahan, sebelum museum ini dibeli pendiri HM Sampoerna, tempat ini adalah sebuah Panti Asuhan Pria yang diasuh pemerintah Belanda. Dan pada tahun 1932 dijadikan tempat produksi pertama kali rok*k Dji Sam Soe yang legendaris itu.

Memiliki 3 gedung utama, salah satu yang paling besar dengan 4 tiang gagah dibagian depan yang dijadikan galeri museum. Selain sebagai galeri museum, disini juga dijadikan tempat produksi Dji Sam Soe. Sehingga kalian akan bisa melihat ratusan pekerja bekerja melinting rok*k dari atas. Namun disini kalian dilarang mengambil foto.

Sumber : google.com

 

Untuk masuk ke gedung ini kalian tidak akan dikenakan biaya, GRATIS. Hanya saja biasanya ada kakak-kakak ramah yang dengan sangat sopan meminta kita mengisi data diri. Tidak masalah sih, hehe. Ketika awal masuk, aroma kret*k khas Sampoerna sangat terasa. Di dalam museum kalian akan menemukan berbagai macam alat pencetak rok*k jadul, macam-macam rok*k mulai zaman dulu sampai sekarang tentunya yang dicetak oleh HM Sampoerna, dan foto-foto keluarga pemilik mulai zaman dulu. Simak ulasan selengkapnya…

 

6. Menikmati Udara Malam dan Bermain di Surabaya Carnival Night Market (SCNM)

Sejak tahun 2014, masyarakat kota Surabaya dan Sidoarjo memiliki wahana bermain baru tepat di perbatasan 2 kota ini. Berada tepat di timur bundaran Waru yang menjadi perbatasan kota Surabaya dan Sidoarjo, setiap malam Surabaya Carnival Night Market selalu ramai pengunjung.

Surabaya Carnival sangat dekat dengan Terminal Purabaya atau yang biasa disebut Terminal Arjosari dan juga tidak terlalu jauh dari Bandara Juanda. Sehingga akan sangat memudahkan bagi pengunjung dari luar kota Surabaya. Biasanya wisatawan dari Jakarta dan Bandung yang ingin bermain ke kota Batu atau Malang transit terlebih dahulu di Surabaya jika menggunakan pesawat. Nah, kalian bisa memanfaatkan waktu istirahat kalian dengan bermain ke wisata ini dan mencoba beberapa kuliner yang disediakan di food court area. Mumpung lagi di Surabaya lho !

Sumber : surabayarek.com

 

Harga tiket masuk ke Surabaya Carnival Night Market hanya berkisar Rp 60.000 untuk weekdays dan Rp 80.000 untuk Weekend. Biaya yang terbilang sangat terjangkau bila dibandingkan dengan wisata serupa seperti Trans Studio Bandung yang sudah diatas Rp 200.000 untuk sekali masuk. Tiket diataspun sudah merupakan tiket terusan yang artinya kalian bisa naik apa saja sesuka hati. Kecuali untuk Go-Kart dan Perang Laser harus membayar biaya lagi.

Surabaya Carnival memiliki 52 jenis wahana yang bisa kalian coba. Sebagian merupakan wahana Kids Kingdom khusus untuk anak-anak. Surabaya Carnival Night Market punya Bledek Coaster, yang sangat memacu adrenalin. Jika dibandingkan dengan wahana di tempat lain, Bledek Coaster lebih greget, kalau tidak suka ketinggian dan suka pusing jangan coba-coba naik ya! 😀

Setiap hari jumat, sabtu, minggu dan hari libur akan ada kendaraan hias dan pawai orang berkostum unik berkeliling area SCNM. Dimulai pukul 21.00 WIB, jadi jika kalian kesini saat akhir minggu jangan pulang dulu sebelum jam 9 malam ya.

Sumber : getlostback.blogspot.co.id

 

Banyak sekali wahana yang perlu kalian coba, tapi berdasarkan survey tim Keliling Kota ada 10 wahana paling laris. Bisa dilihat antriannya yang paling panjang 😀

  1. Perang Laser (berbayar)
  2. Beskop 360
  3. Keliling Angkasa (sepeda angkasa)
  4. Gondal Gandul (giant carousel)
  5. Pirates Ghost Ship (Rumah hantu)
  6. Cinema 4D
  7. Ferrish Wheel

Loh kok cuma 7? Yang 8,9,10 mana? Simak ulasannya berikut…

 

7. Monumen Kapal Selam (Monkasel) – Sarana Mengajari Anak Konstruksi Bagian Dalam Kapal Selam

Berada di pusat kota Surabaya, banyak yang heran dengan Monumen Kapal Selam (Monkasel) ini. Bahkan orang Surabaya sendiri. Bagaimana bisa membawa kapal selam sebesar itu ke pusat kota? Di pinggir Mall lagi. Apa mungkin lewat Sungai Kalimas?

Sebelum itu mari kita lihat apa jasa kapal selam ini sehingga begitu berharga dan diabadikan di Surabaya. Pada tahun 1962, di bagian timur Indonesia tepatnya di Irian Barat, Sekutu dan Belanda mencoba merebutnya dari Indonesia. Namun tentunya bangsa Indonesia tidak diam begitu saja. Dikirimkanlah bala tentara kita yang gagah berani yang sebelumnya sudah membantai penjajah di tanah Jawa. Beserta Kapal Selam yang gagah ini. Singkat cerita, berkat kapal selam ini, kapal-kapal perang Sekutu dan Belanda bertumbangan di laut Aru.

Sumber : photobucket.com

 

Kemudian KSAL pada saat itu memerintahkan seorang komandan kapal untuk membawa kapal selam ini ke tengah kota, tapi tidak melalui Sungai Kalimas. Namun, KSAL memerintahkan memotong menjadi bagian-bagian kecil dan dibawa ke darat. Setelah itu dirangkailah menjadi Monkasel seperti yang kita lihat saat ini.

Banyak yang bisa kita dapatkan di wisata murah dalam kota ini. Selain kesenangan berekreasi, kalian juga bisa mengajak buah hati untuk belajar sejarah. Dan juga mempelajari isi bagian dalam kapal selam.

Sumber : nunik99.wordpress.com

 

Harga Tiket Masuk ke Monumen Kapal Selam (Monkasel)

Dengan harga tiket yang sangat murah hanya sebesar Rp 10.000 kalian sudah bisa sepuasnya berkeliling area ini. Melihat-lihat isi di dalam Monumen Kapal Selam, melihat film sejarah Kapal Selam Pasopati (History of Monkasel Surabaya). Film tentang sejarah kapal selam ini diputar setiap satu jam sekali, mulai dari pukul 09.00 sampai 21.00.

Di area Monkasel juga ada sebuah kafe yang menyajikan musik-musik live. Dan juga ada kolam renang bagi kalian yang ingin berolahraga renang. Tiket masuknya hanya Rp 8.000 saja. Dan yang terbaru ada wahana wisata perahu air menyusuri Sungai Kalimas yang juga bisa kalian dapatkan di wisata Taman Prestasi.

Jika kalian ingin berwisata ke tempat ini, jangan khawatir karena Monumen Kapal Selam sangat mudah di temukan. Dekat dengan Delta Plaza dan juga WTC pusat belanja Handphone terbesar di Surabaya.

Bersambung…

Facebook Comments

Bagikan ke traveler lainnya atau simpan artikel ini di sosial media kamu!