Cara Merawat Bayi Baru Lahir dengan Benar

Memiliki buah hati merupakan anugerah tersendiri bagi para orangtua. Merawat bayi baru lahir tentu memerlukan pengetahuan dan perhatian khusus apalagi pasangan muda yang baru saja memiliki anak. Ada beberapa hal penting yang wajib diketahui para orangtua baru saat merawat buah hati tercinta antara lain berikut ini. 

1. Bayi yang baru saja lahir selalu menyusu setiap 1-2 jam sekali

Bayi memiliki ukuran lambung yang masih kecil sehingga ia memerlukan asupan nutrisi sedikit namun sering. Ia akan selalu menyusu setidaknya tiap 1-2 jam sekali pada sang ibu. 
Bayi juga akan memberikan reaksi saat lapar seperti menangis, mengecap atau mencari puting sang ibu. Kalau si bayi sering tidur, Anda harus rajin membangunkannya untuk menyusu. 

2. Bayi sering mengalami gumoh

Sebaiknya Anda selalu memposisikan si bayi pada posisi tegak setiap 30 menit setelah selesai menyusu. Biarkan pula sang bayi bersendawa untuk mencegah terjadinya gumoh. Penyebab bayi cenderung gumoh karena ukuran lambung yang relatif kecil serta disebabkan oleh fungsi katup antara esofagus dan lambung belum sempurna. 

3. Bayi baru lahir memiliki ritme tidur 16-18 jam setiap hari

Cara merawat bayi baru lahir selanjutnya adalah memastikan ia memiliki jam tidur normal 16-18 jam. Usahakan bayi bisa tidur senyaman mungkin pada malam hari agar pertumbuhan buah hati Anda tidak terganggu. 

4. Bayi yang baru lahir membutuhkan kehangatan

Anda wajib selalu memeriksa suhu tubuh bayi untuk memastikan dia tidak mengalami kedinginan atau kepanasan. Pastikan pula Anda membalut tubuh sang bayi dengan baju hangat, topi serta selimut atau bedong. 

Suhu tubuh bayi belum efektif layaknya orang dewasa karena jumlah lemak yang masih terlalu sedikit. Padahal, fungsi lemak adalah mengatur suhu tubuh tetap hangat. 

5. Merawat kulit bayi baru lahir yang sensitif

Kulit bayi baru lahir sangat sensitif sehingga perlu perhatian lebih intensif. Anda harus rajin membersihkan area genital sang bayi menggunakan kapas dan air hangat setelah buang air kecil atau besar. 

Selain itu, popok yang digunakan harus senantiasa bersih dan kering. Hal ini untuk mencegah si kecil mengalami masalah yang cukup umum terjadi yaitu ruam popok. 

6. Bayi baru lahir lebih sering buang air besar setelah menyusu

Intensitas buang air besar si kecil yang baru saja lahir berkisar antara 6-10 kali setiap hari. Ia akan sering BAB setelah menyusu dengan kotoran berwarna muda dan tidak lengket. Pada saat lahir, kotoran pertama akan berwarna hitam kehijauan serta lengket sekali. 

Hal yang perlu diperhatikan para orangtua adalah memperhatikan intensitas dan jumlah kotoran si kecil sebagai petunjuk kondisi bayi diare. Kotoran lebih cair dan bisa berubah warna menjadi hijau, kuning atau cokelat bisa menjadi indikasi diare. Sebaiknya segera lakukan penanganan agar tidak terjadi hal yang lebih serius pada sang buah hati. 

7. Merawat tali pusat bayi 

Tali pusat sebaiknya dipastikan selalu kering dan bersih agar tidak terjadi infeksi. Biasanya bidan atau dokter yang menangani persalinan akan memberitahukan cara atau prosedur perawatan yang benar. Jika tali pusat sang buah hati Anda berwarna kemerahan dan berbau, sebaiknya Anda langsung membawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan. 

Beberapa cara merawat bayi baru lahir di atas wajib diketahui calon orangtua baru agar bisa melakukan perawatan dengan benar. Pengetahuan yang baik akan membantu Anda merawat dan membesarkan buah hati tercinta secara maksimal.  

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.