Sate Ayam Lisidu Surabaya
//GOOGLE
Bagikan ke traveler lainnya atau simpan artikel ini di sosial media kamu!

KelilingKota.com – Sate Ayam Lisidu SurabayaĀ akhir-akhir ini menjadi favorit di kalangan pecinta sate. Tidak heran, karena memang sudah berdiri sejak tahun 1997 Sate Lisidu merupakan kuliner legendaris Surabaya yang bisa dibilang pesaingnya Sate Klopo Ondomohen. Terbuat dari daging ayam kampung yang dipotong pipih, dipadukan dengan bumbu kacang yang digoreng tanpa minyak dan kemudian di giling. Bisa dibayangin gimana nikmatnya? šŸ˜€

Dari penampilannya, memang berbeda dari kebanyakan sate lainnya. Potongannya pipih dan tidak ada arang yang menempel. Lebih eye catching alias enak dipandang mata. Kok bisa tidak ada arang yang menempel? Padahal kan dibakar? Ya, karena cara pengipasannya yang berbeda dari bawah dan atas. Sehingga Sate Ayam LisiduĀ bebas dari arang yang menempel, jadi lebih sehat.

Sumber : lisidu.id

 

Yang paling menyenangkan lagi, di warung sate yang satu ini, kalian diperbolehkan memilih bagian mana yang ingin dilahap. Mulai dari bagian dada, paha, kulit, hingga jeroan. Dan juga di masing-masing meja disediakan anglo untuk memanggang sate agar tetap hangat. Jadi ngga perlu buru-buru dimakan nih sate karena takut dingin.

Nah, sebelum kalian datang keĀ warung sate ini. Simak sebentar seperti apa sejarah Sate Lisidu ini.Ā Kamu pasti kaget, sate ini memang bukan sate biasa.

Sejarah Sate Ayam Lisidu Surabaya

Didirikan pada tahun 1997, Sate Ayam Kampung Lisidu muncul dari ide Alm. Bapak Istianto, sesosok pria rendah hati dengan penampilan khas yaitu rambutnya diikat seperti ekor kuda. Beliau ingin menciptakan sebuah kuliner dengan bentuk sate yang menjadi icon Kota Surabaya. Betul kan? Memang bener-bener saingan berat Sate Ondomohen.

Dan ternyata nama Lisidu diambil dari plat nomor mobil beliau, Kijang Rover Silver keluaran 1997 dengan nomor L 1551 DU. Dari plat nomor tersebut keluarlah ide nama Lisidu.

Sumber : lisidu.id

 

Alm. Bapak Istianto sebelumnya memiliki usaha di bidang farmasi. Dan pada tahun 1997 terpaksa ditutup karena krisis moneter. Kemudian beliau kembali fokus mengembangkan bisnis kegemarannya, kuliner Sate Ayam Lisidu.

Terkadang para pelanggan memlesetkan nama Lisidu menjadi hal-hal yang lucu, ā€œLihat Sini Duluā€ dan ā€œBeli Sini Duluā€. Ada-ada saja. hehe

Yang mengagetkan lagi, Sate Ayam Lisidu SurabayaĀ selama 3 tahun berturut-turut dipercaya oleh mantan Presiden SBY untuk menyajikan hidangan bagi para tamu negara di Istana Kepresidenan saat upacara tanggal 17 Agustus 2005 sampai 2007, sampai-sampai ada yang memberikan julukan sebagai ā€œSate Kepresidenanā€. Keren kan!

Foto Jadul di dinding resto. Sumber : tim Klapa Net Media

 

Piagam Penghargaan Kepala Rumah Tangga Kepresidenan. Sumber : Tim Klapa Net Media

 

Resepsionis Ramah. Sumber : Tim Klapa Net Media

 

Di Warung Sate Lisidu tidak hanya ada Sate Ayam Kampung saja, namun juga ada Sate Ayam Horn, kemudian Gule atau Kare Ayam. Dan kalian juga akan ditawarkan 3 paket makanan sekaligus, untuk 1 orang (Gule, Nasi 1 porsi, Es Teh), untuk 2 orang (Sate 5 tusuk, Gule, Nasi 2 porsi, Es Teh), untuk 3 orang (Sate 10 tusuk, Gule, Nasi 3 porsi, Tahu Goreng, Es Teh).

Paket 3 Orang Sate Lisidu. Sumber : Tim Klapa Net Media

 

Lokasi terbaru Sate Ayam Lisidu Surabaya di Jl. Kutai No.53-C, Darmo, Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur. Sangat mudah di akses,Ā karena berada di pusat kota Surabaya. Sangat dekat dengan beberapa obyek vital yang cukup terkenal seperti Taman Bungkul, Kebun Binatang Surabaya.

Sumber : cdninstagram.com

 

Sempatkan mampir ke wisata kuliner ini ya, karena di warung ini tidak hanya ada Sate Lisidu saja. Tapi juga ada beberapa kuliner khas Surabaya lainnya. Apa saja? LangsungĀ datang saja ya, biar penasaran :p

 

Sate Ayam Lisidu Surabaya

Alamat : Jalan Kutai No.53-C, Darmo, Wonokromo, Surabaya City, East Java 60241

Telepon : (031) 99531091

Jam buka : 11.00ā€“22.00

Facebook Comments

Bagikan ke traveler lainnya atau simpan artikel ini di sosial media kamu!